masako

Kankuro

Sabtu, 24 Oktober 2020

Darinya aku belajar berbagi

Berawal dari kisahku berjuang mencari ilmu

Kupijakkan kakiku di kota Jember yang kini banyak melukiskan sejarah perjuanganku

Kala itu suasna masih membuatku tersenyum

Pagi-pagi berangkat tak tau apa yang akan di dapat

Dengan keberanian dan segengam modal nekat 

Yakin tak yakin, bagaimanapun juga harus tetap melangkah

Hati ragu bersama mulut bergetar memberanikan diri tuk mengutarakan yang sebenarnya

Hasilnyapun mudah ditebak, sudah jelas kalo gagal

Hanya berfikir jika perjuangan tak akan diwarnai oleh kesedihan

Kukira perjalananku akan mulus sesuai rencana

Namun tak semudah yang dibayangkan

Setiap perjalanan yang pasti ada likunya, seketika suasana berubah

Awan mulai datang, satu per satu hujan mulai turun

Membasahi bumi menemani tetesan air mata ini

Aku masih bersyukur, masih ada seorang ibu yang masih bersemangat menemani perjuanganku

Meski rasa tangis membasahi langkah kaki

Tetap yakin, bahwa perjuangan belum sampai yang terakhir

Hingga sampailah Tuhan mempertemukan dengan seseorang yang berhati malaikat

Seseorang yang masih peduli dengan masa depan ini

Yang berhati mulia menolong diri ini

Aku yakin, dia adalah bukti bahwa Tuhan masih sayang padaku

Yang dilewatkan melalui orang-orang yang masih memiliki hati nurani

Ku mengenal mereka tanpa disangka

Tapi semuanya tidak ada yang kebetulan

Tuhan telah menakdirkan jalan kehidupan hambanya

Jika difikir, memang rasanya tidak  mungkin

Mereka yang bukan siapa-siapa

Masih punya hati untuk peduli

Mereka menyayangiku seperti keluarga sendiri bahkan seperti anak sendiri

Darinya aku belajar tentang kasih sayang dan berbagi

Inilah kisahku, bertemu seorang dosen yang masih peduli dengan masa depanku. Namanya Bu Istifadah, dia seorang dosen di IAIN Jember. dulu awal aku ketemu di kantor kemahasiswaan IAIN Jember, disaat aku memohon keringanan penundaan pembayaran UKT. aku meminta keringanan karena aku tak punya uang untuk membayar UKT nya. namun tak tau kenapa ketika perjuanganku gagal dan aku memutuskan untuk pulang, dosen tersebut menghampiriku di depan pintu keluar, dia bertanya permasalahanku, dan aku mencoba menjelaskan. seketika itu hatinya terbuka dan mau membantuku. dia meminta bertemu di ruangannya pada hari berikutnya.
pada saat aku menemuinya di ruanganya, aku tak tau apa yang akan terjadi, namun dengan mudahnya dia meminjamiku uang untuk melakukan daftar ulang, meski pada akhirnya ketika uangnya kukembalikan dia tidak menerimanya. dia juga mengatakan akan memfasilitasi sepeda motor dan boleh tinggal di rumahnya jika aku mau. jujur aku bingung, kenapa seseorang yang tidak kenal masih mau menolongku. mungkin banyak oarang-orang yang tidak percaya dengan kisahku. tapi inilah, akupun juga tidak percaya jika masih ada manusia yang sangat dermawan.
hingga akhirnya aku tinggal bersamanya, dia seseorang yang disiplin, kerja keras, dan baik hati. aku tinggal bersamanya sejak awal maba. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar