Berawal dari kisahku berjuang mencari ilmu
Kupijakkan kakiku di kota Jember yang kini banyak melukiskan sejarah perjuanganku
Kala itu suasna masih membuatku tersenyum
Pagi-pagi berangkat tak tau apa yang akan di dapat
Dengan keberanian dan segengam modal nekat
Yakin tak yakin, bagaimanapun juga harus tetap melangkah
Hati ragu bersama mulut bergetar memberanikan diri tuk mengutarakan yang sebenarnya
Hasilnyapun mudah ditebak, sudah jelas kalo gagal
Hanya berfikir jika perjuangan tak akan diwarnai oleh kesedihan
Kukira perjalananku akan mulus sesuai rencana
Namun tak semudah yang dibayangkan
Setiap perjalanan yang pasti ada likunya, seketika suasana berubah
Awan mulai datang, satu per satu hujan mulai turun
Membasahi bumi menemani tetesan air mata ini
Aku masih bersyukur, masih ada seorang ibu yang masih bersemangat menemani perjuanganku
Meski rasa tangis membasahi langkah kaki
Tetap yakin, bahwa perjuangan belum sampai yang terakhir
Hingga sampailah Tuhan mempertemukan dengan seseorang yang berhati malaikat
Seseorang yang masih peduli dengan masa depan ini
Yang berhati mulia menolong diri ini
Aku yakin, dia adalah bukti bahwa Tuhan masih sayang padaku
Yang dilewatkan melalui orang-orang yang masih memiliki hati nurani
Ku mengenal mereka tanpa disangka
Tapi semuanya tidak ada yang kebetulan
Tuhan telah menakdirkan jalan kehidupan hambanya
Jika difikir, memang rasanya tidak mungkin
Mereka yang bukan siapa-siapa
Masih punya hati untuk peduli
Mereka menyayangiku seperti keluarga sendiri bahkan seperti anak sendiri
Darinya aku belajar tentang kasih sayang dan berbagi



